The Core :

"Selaku masyarakat yang peduli, mari memberdayakan seluruh kemampuan"2011)

Kamis, 18 Februari 2010

Nasibku ditinggali Rasulullah

Semua yang kulihat hanyalah aurat, ke atas ke bawah ke kiri, ke kanan, ke depan ke belakang, semuanya bepeluang besar untuk melakukan dosa.... akankah kutemukan sebuah masa di mana orang-orang ketika itu berlomba-lomba untuk kehidupan akhirat... semua orang saling berebut untuk berbuat baik... betapa senangnya.... akankah kutemui dirimu ya Rasulullah.....

ya Nasibku ditinggali Rasulullah....

Beberapa kali bendera perang ku tegakkan terhadap setan laknatullah alaih.... ternyata akhirnya tetap saja aku yang kalah... butuh energi besar untuk berjuang di jalan ini... bagi yang telah jauh terjatuh ke lembah kenistaan, maka ketahuilah untuk keluar dari sebuah lembah itu sangatlah susah. Hanya keseriusan kita dalam beribadahlah yang membuat kita bisa keluar dari lembah itu.... ingat!!! sekali kita keluar dari berharap kepada Allah.. dan kembali melakukan dosa-dosa maka ketahuilah.... kita akan dilepaskan kembali ke dasar lembah kenistaan itu...

Hanya selalu mengingat Allah lah yang bisa membuat kita keluar dari lembah kenistaan itu...

mynameishd.blogspot.com

Selasa, 16 Februari 2010

Ahmadinejad Gertak Amerika

Rabu, 17 Februari 2010 | 03:03 WIB

TEHERAN, KOMPAS.com - Presiden Mahmoud Ahmadinejad kembali memperingatkan kekuatan negara-negara besar dunia agar tidak mencari gara-gara dengan Iran dalam kaitannya dengan pemberian sanksi. Ia meyakinkan bahwa semua negara yang suka turut campur itu akan menyesal.

"Jika ada orang yang berusaha untuk menciptakan masalah bagi Iran, tanggapan kami tidak akan seperti sebelumnya," gertak Ahmadinejad dalam jumpa pers di Teheran, Selasa kemarin.

"Kami akan menanggapi dengan melakukan sesuatu yang membuat mereka menyesal," ujarnya.

Pernyataan akrobatik Ahmadinejad ini keluar pascakunjungan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton yang berkeliling Teluk untuk mencari dukungan bagi kemungkinan diberikannya sanksi terhadap Iran yang nekat mempertahankan program nuklirnya.

Sikap terbaru ini agak aneh. Di satu sisi menggertak negara-negara besar, Iran menyatakan bila pertukaran masih terbuka. Ia mengatakan, selama ini Teheran masih siap untuk ditengahi PBB dalam hal kesepakatan bahan bakar nuklir.

Menurut Ahmadinejad, perundingan pertukaran bahan bakar nuklir yang dimediasi PBB sampai hari ini belum tertutup. Ia menyatakan bila pihaknya siap untuk membeli bahan bakar dari musuh-musuh Iran, termasuk Amerika.

Tahun lalu, Badan Energi Atom Internasional Iran telah mengirim uranium yang diperkaya rendah (PHE) ke luar negeri untuk pengayaan lebih lanjut. Teheran menyangkal bahwa kapasitas penyulingan yang ia miliki dapat digunakan untuk membantu membangun sebuah bom atom.

"Kami siap melakukan pertukaran, bahkan dengan Amerika Serikat. AS bisa datang dan memberikan kepada kami bahan bakar 20 persen dan kami akan membayar mereka jika mereka inginkan, atau kita bisa memberi mereka bahan bakar 3,5 persen, "katanya.

"Tapi semua harus dilakukan secara simultan dan kami akan menempatkan bahan bakar kami di bawah pengawasan lembaga (atom PBB) di Iran," katanya menambahkan.

Namun, dia tidak mengatakan apakah pertukaran harus terjadi di Iran, sebagaimana yang ditekankan beberapa pejabat Iran lainnya.

Ahmadinejad juga mengisyaratkan Teheran dapat menangguhkan pengayaan uranium ke tingkat 20 persen negara-negara besar dunia mampu menyuplai bahan bakar yang dibutuhkan untuk reaktor Teheran.

"Kami tidak bersikeras melakukan ini (pengayaan 20 persen) meskipun kami memiliki kemampuan. Jika mereka memasok (uranium yang diperkaya untuk) 20 persen, situasi dapat berubah," katanya menjawab pertanyaan apakah Iran akan menghentikan pengayaan kontroversial dimulai di 9 Februari.

Senin, 15 Februari 2010

portal.unp.ac.id

Trik mudah dan cepat membuka portal:

1. Buka google.com

2. Di kolom google isi dengan portal.unp.ac.id

3. Klik kanan dan open in new tab pada situs portal akademik

4. Lakukan hingga terbuka jendela sampai tiga kali

5. Reload/refresh jika masih belum terbuka...

6. Lakuluan reload sampai jendela username terbuka

7. Isi username dan password dengan benar...

8. Selamat mencoba...

Sabtu, 13 Februari 2010

Perjuangan akan berakhir di Kairo



Tatap tajam rintangan

Mundur suatu pantangan

Doa adalah harapan

Pertolongan Tuhan...

Saudaraku.... kita hanya bisa berharap akan perubahan seseorang

Hanya Allah lah yang akan menentukan





Senin, 08 Februari 2010

Wahai Ikhwah, Telah Matikah Hati Kita?

Kematian Hati


(alm) Ust. Rahmat Abdullah

Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya.

Banyak orang cepat datang ke shaf shalat layaknya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi.

Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya. Ada yang datang sekedar memenuhi tugas rutin mesin agama. Dingin, kering dan hampa, tanpa penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak disyukuri.

Dari jahil engkau disuruh berilmu dan tak ada idzin untuk berhenti hanya pada ilmu. Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang ALLAH berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan ALLAH atasmu.

Tersanjungkah engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap ditingkah rintih istighfar, kecupak air wudlu di dingin malam, lapar perut karena shiam atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang.

Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik orang-orang berhati jernih, bahwa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri.

Asshiddiq Abu Bakar Ra. selalu gemetar saat dipuji orang. “Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka”, ucapnya lirih.

Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana, lalu ia lupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi. Ada orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan sebagian menyebut-nyebutnya. Ada orang beramal sedikit dan mengklaim amalnya sangat banyak. Dan ada orang yang sama sekali tak pernah beramal, lalu merasa banyak amal dan menyalahkan orang yang beramal, karena kekurangan atau ketidaksesuaian amal mereka dengan lamunan pribadinya, atau tidak mau kalah dan tertinggal di belakang para pejuang. Mereka telah menukar kerja dengan kata.

Dimana kau letakkan dirimu?
Saat kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing. Begitu kerap engkau bergetar dan takut.

Sesudah pengalaman dan ilmu makin bertambah, engkaupun berani tampil di depan seorang kaisar tanpa rasa gentar. Semua sudah jadi biasa, tanpa rasa.
Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak terasa lagi saat ma’siat menggodamu dan engkau meni’matinya?

Malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan. Usia berkurang banyak tanpa jenjang kedewasaan ruhani meninggi. Rasa malu kepada ALLAH, dimana kau kubur dia ?

Di luar sana rasa malu tak punya harga. Mereka jual diri secara terbuka lewat layar kaca, sampul majalah atau bahkan melalui penawaran langsung. Ini potret negerimu : 228.000 remaja mengidap putau. Dari 1500 responden usia SMP & SMU, 25 % mengaku telah berzina dan hampir separohnya setuju remaja berhubungan seks di luar nikah asal jangan dengan perkosaan. Mungkin engkau mulai berfikir “Jamaklah, bila aku main mata dengan aktifis perempuan bila engkau laki-laki atau sebaliknya di celah-celah rapat atau berdialog dalam jarak sangat dekat atau bertelepon dengan menambah waktu yang tak kauperlukan sekedar melepas kejenuhan dengan canda jarak jauh” Betapa jamaknya ‘dosa kecil’ itu dalam hatimu.

Kemana getarannya yang gelisah dan terluka dulu, saat “TV Thaghut” menyiarkan segala “kesombongan jahiliyah dan maksiat”?

Saat engkau muntah melihat laki-laki (banci) berpakaian perempuan, karena kau sangat mendukung ustadzmu yang mengatakan ” Jika ALLAH melaknat laki-laki berbusana perempuan dan perempuan berpakaian laki-laki, apa tertawa riang menonton akting mereka tidak dilaknat ?”

Ataukah taqwa berlaku saat berkumpul bersama, lalu yang berteriak paling lantang “Ini tidak islami” berarti ia paling islami, sesudah itu urusan tinggallah antara engkau dengan dirimu, tak ada ALLAH disana?

Sekarang kau telah jadi kader hebat.
Tidak lagi malu-malu tampil.

Justeru engkau akan dihadang tantangan: sangat malu untuk menahan tanganmu dari jabatan tangan lembut lawan jenismu yang muda dan segar. Hati yang berbunga-bunga didepan ribuan massa.

Semua gerak harus ditakar dan jadilah pertimbanganmu tergadai pada kesukaan atau kebencian orang, walaupun harus mengorbankan nilai terbaik yang kau miliki. Lupakah engkau, jika bidikanmu ke sasaran tembak meleset 1 milimeter, maka pada jarak 300 meter dia tidak melenceng 1 milimeter lagi ? Begitu jauhnya inhiraf di kalangan awam, sedikit banyak karena para elitenya telah salah melangkah lebih dulu.

Siapa yang mau menghormati ummat yang “kiayi”nya membayar beberapa ratus ribu kepada seorang perempuan yang beberapa menit sebelumnya ia setubuhi di sebuah kamar hotel berbintang, lalu dengan enteng mengatakan “Itu maharku, ALLAH waliku dan malaikat itu saksiku” dan sesudah itu segalanya selesai, berlalu tanpa rasa bersalah?

Siapa yang akan memandang ummat yang da’inya berpose lekat dengan seorang perempuan muda artis penyanyi lalu mengatakan “Ini anakku, karena kedudukan guru dalam Islam adalah ayah, bahkan lebih dekat daripada ayah kandung dan ayah mertua” Akankah engkau juga menambah barisan kebingungan ummat lalu mendaftar diri sebagai ‘alimullisan (alim di lidah)? Apa kau fikir sesudah semua kedangkalan ini kau masih aman dari kemungkinan jatuh ke lembah yang sama?

Apa beda seorang remaja yang menzinai teman sekolahnya dengan seorang alim yang merayu rekan perempuan dalam aktifitas da’wahnya? Akankah kau andalkan penghormatan masyarakat awam karena statusmu lalu kau serang maksiat mereka yang semakin tersudut oleh retorikamu yang menyihir ? Bila demikian, koruptor macam apa engkau ini? Pernah kau lihat sepasang mami dan papi dengan anak remaja mereka.

Tengoklah langkah mereka di mal. Betapa besar sumbangan mereka kepada modernisasi dengan banyak-banyak mengkonsumsi produk junk food, semata-mata karena nuansa “westernnya” . Engkau akan menjadi faqih pendebat yang tangguh saat engkau tenggak minuman halal itu, dengan perasaan “lihatlah, betapa Amerikanya aku”.

Memang, soalnya bukan Amerika atau bukan Amerika, melainkan apakah engkau punya harga diri.

Mahatma Ghandi memimpin perjuangan dengan memakai tenunan bangsa sendiri atau terompah lokal yang tak bermerk. Namun setiap ia menoleh ke kanan, maka 300 juta rakyat India menoleh ke kanan. Bila ia tidur di rel kereta api, maka 300 juta rakyat India akan ikut tidur disana.

Kini datang “pemimpin” ummat, ingin mengatrol harga diri dan gengsi ummat dengan pameran mobil, rumah mewah, “toko emas berjalan” dan segudang asesori. Saat fatwa digenderangkan, telinga ummat telah tuli oleh dentam berita tentang hiruk pikuk pesta dunia yang engkau ikut mabuk disana. “Engkau adalah penyanyi bayaranku dengan uang yang kukumpulkan susah payah. Bila aku bosan aku bisa panggil penyanyi lain yang kicaunya lebih memenuhi seleraku”

Akankah semua berakhir setelahku... TIDAK....

Assalamualaikum Wr. Wb.

Wahai saudaraku.... maafkan jika aku terlalu banyak berbohong pada kalian... malu rasanya jika Allah memperlihatkan semua dosa-dosa kita di akhirat kelak....

Setiap dosa yang kulakukan selalu terulang berkali-kali... tobat dan terulang lagi... tapi sekarang kukatakan ITU TAK AKAN TERULANG LAGI...

dan inilah faktanya sekarang.....